Jumat, 31 Oktober 2008

Kesenangan Yang Memperdaya

''Dan tiadalah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang dapat memperdayakan.'' (QS Al-Imran: 185). Dalam Alquran, ayat serupa terdapat juga di surat Al-Hadid (57) ayat 20.
Dari kedua ayat ini dapat disimpulkan, kita disuruh waspada dan hati-hati terhadap kesenangan yang sifatnya sementara, baik kesenangan itu berasal dari harta benda, pangkat, kedudukan, anak istri, keturunan, dan lainnya. Kesemuanya adalah kehidupan dunia yang kalau tidak pandai memanfaatkannya sesuai dengan peraturan Allah SWT, maka kita akan tertipu, sehingga menjadi orang yang kufur dan sengsara, di dunia maupun akhirat. Lihat QS Al-Imran (3) ayat 56 dan Ar-Ra'd (13) ayat 34.
Dan sebaliknya, jika kita pandai memanfaatkan sesuai dengan aturan Allah SWT, maka kesenangan itu akan bersifat abadi. Kalau ada istilah yang sering kita dengar, apalah artinya hidup di dunia ini yang cuma sebentar, kalau mati, toh harta dan pangkat itu tak akan dibawa mati.
Sepintas lalu, pernyataan itu memang benar, tapi bila kita lihat lebih jauh, ungkapan itu keliru besar. Seseorang yang berpikiran demikian, akhirnya menyepelekan kehidupan dunia, baik berupa pangkat maupun harta.
Padahal, dengan perantaraan harta dan pangkat itu, seseorang akan dapat beramal saleh yang lebih luas jangkauan manfaatnya, sehingga kehidupan mereka selalu baik, baik di dunia maupun sesudah kematian nanti. Hal ini sesuai dengan doa di QS Al-Baqarah (2) ayat 201. ''Berikanlah kami (kehidupan) yang baik di dunia dan (kehidupan) yang baik di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.''
Memang, dalam Alquran banyak ayat yang mengatakan, 'Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah sebagai permainan dan kelalaian' dan 'bahwa kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah sebagai kesenangan yang sedikit, sebagai kesenangan yang memperdayakan,' dan yang senada lainnya.
Padahal, maksud semua itu adalah supaya kita berhati-hati, sehingga tidak diperdayakan oleh harta benda, pangkat, dan keturunan, yang menghiasi kehidupan dunia ini.
Kalau diperhatikan, kesenangan-kesenangan sementara itu, jika dibandingkan dengan kesengsaraan yang akan diperoleh sesudah kematian nanti, maka kesenangan di awal itu hanyalah sedikit sekali, sekejap, dan tidak bisa dirasakan lagi setelah kematian itu.
Karena itu, Alquran sering mengatakan, 'Kesenangan di dalam kehidupan yang ada di hari-hari yang kemudian atau di akhirat dan sesudah kematian nanti adalah jauh lebih baik, lebih terpilih, dan lebih kekal abadi jika dibandingkan dengan kesenangan di dunia yang bersifat sementara dan sekejap.' (QS Al-An'am (6) ayat 32, At-Taubah (9) ayat 38, Al-A'la (87) ayat 17, dan Ad-Dhuha (93) ayat 4).

Tidak ada komentar: